Halaman

Senin, 30 Desember 2013

Sejarah Persik Kediri

Sejarah Persik Kediri

Dalam catatan kearsipan pengurus, Persatuan Sepakbola Indonesia Kediri (Persik) berdiri pada tahun 1950, namun sayang tidak diketahui pasti mengenai tanggal dan bulannya. Sebagai pendiri adalah Bupati Kediri, R Muhammad Machin, karena saat itu Kediri masih berupa kabupaten, tidak ada pemisahan wilayah seperti sekarang, kabupaten dan kota. Dibantu Kusni dan Liem Giok Djie, pertama kali yang dilakukan Machin adalah merancang bendera tim yang tersusun dari dua warna berbeda. Bagian atas berwarna merah dan bawahnya hitam dengan tulisan PERSIK di tengah-tengah dua warna berbeda itu.
Persik kediri
Sebagai tim perserikatan yang terdaftar di PSSI, Persik memiliki beberapa klub anggota, diantaranya PSAD, POP, Dhoho, Radio, dan Indonesia Muda (IM). Dalam tiga dekade (1960 hingga 1990-an) prestasi Persik belumlah menonjol bahkan di tingkat nasional pun masih kalah dibandingkan dengan “saudara mudanya” Persedikab Kabupaten Kediri yang pada era 1990-an tercatat dua kali mengikuti kompetisi Ligina.
Namun sejak ditangani Walikota Drs. H. A. Maschut, Persik menunjukkan perubahan. Mengawali debutnya di pentas nasional, Persik merekrut mantan pelatih Tim Nasional PSSI Pra Piala Dunia (PPD) 1986, Sinyo Aliandoe, untuk menangani klub kebanggaan warga Kota Kediri itu dalam Kompetisi Divisi I periode 2000-2001. Di bawah tangan dingin Om Sinyo itulah, para pemain Persik yang merupakan pemain-pemain dari Kediri dan sekitarnya itu mulai diperkenalkan dengan sistem sepakbola modern. Namun hanya dalam waktu satu tahun Om Sinyo berlabuh di Kota Kediri . Setelah itu Persik pun resmi ditangani mantan pemain Timnas PSSI, Jaya Hartono, yang sebelumnya hanyalah asisten Om Sinyo.
Sementara untuk semua urusan baik di dalam maupun di luar stadion, HA Maschut meminta bantuan putra menantunya, Iwan Budianto, yang beberapa tahun sebelumnya menangani Arema Malang. Di tangan Iwan-Jaya itulah, tim berjuluk “Macan Putih” itu unjuk gigi dengan berhasil menyabet gelar juara Kompetisi Divisi I PSSI tahun 2002. Gelar tersebut sekalkigus mengantarkan tim kebanggaan warga Kota Kediri itu “naik kelas” sebagai kontestan Divisi Utama dalam Ligina untuk musim kompetisi IX/2003.
Sejak kompetisi itu digelar pada bulan Januari 2003, Persik sudah mengklaim dirinya sebagai tim dari daerah yang tak sekadar “Numpang Lewat”. Tekad itu terpatri di dalam lubuk sanubari para pemain, sehingga dengan usaha keras dan penuh dramatis, Persik mampu mencuri perhatian publik bola di Tanah Air setelah berhasil memboyong Piala Presiden setelah mengukuhkan dirinya sebagai juara Ligina IX/2003.
Persik mampu memupuskan harapan tim-tim besar, seperti PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang yang saat itu sangat berambisi menjadi kampiun dalam kompetisi paling bergengsi di Jagad Nusantara ini. Piala Presiden itu kembali berlabuh di Kota Kediri setelah Persik berhasil menjuarai kompetisi Divisi Utama Ligina XII/2006 setelah menyudahi perlawanan sengit PSIS Semarang dengan skor 1-0 di partai final yang digelar di Stadion Manahan Solo, September 2006 lalu.

Jumat, 06 Desember 2013

Pemain Tak Usah Khawatir Tentang Ujian Semester

Bola.net - Indra Sjafri mengaku siap menggelar ujian semester bagi para penggawa Timnas U-19 yang masih berada di jenjang pendidikan sekolah menengah atas. Pelatih Skuat Garuda Jaya -julukan Timnas U-19- ini menyatakan tak ada masalah menggelar ujian di tengah pemusatan pelatihan.

"Pemain nggak perlu khawatir, kita sudah siapkan semuanya," ujar Indra, pada Bola.net.

"Nggak ada masalah. Selama ini, mereka kan juga sudah mempersiapkan diri secara akademik," sambungnya.

Sebelumnya, kemudahan bagi para penggawa Timnas U-19 untuk melaksanakan ujian semester ini dijanjikan Djohar Arifin Husin. Meski tetap harus mengikuti ujian, Paulo Sitanggang dan kawan-kawan tak perlu meninggalkan lokasi pemusatan pelatihan Timnas U-19 di komplek Kusuma Agrowisata Batu Jawa Timur.

"Mereka tidak perlu meninggalkan lokasi TC untuk mengikuti ujian itu," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, pada Bola.net.

"Kita sudah meminta pada guru-guru para pemain tersebut untuk datang ke lokasi TC dan memberikan ujian di sana. Mereka (guru-guru tersebut, red) sudah sepakat. Semua ini demi Merah-Putih

Pelaksanaan Piala Gubernur Jatim 2013 Belum Jelas

- Acara rutin turnamen pra musim, yakni Piala Gubernur Jawa Timur tahun 2013 ini pelaksanaannya masih belum jelas. Bahkan, pihak panitia juga belum menentukan tim mana saja yang akan berpartisipasi di ajang tersebut nantinya.

Awalnya, sempat beredar kabar bahwa Piala Gubernur Jatim tahun ini bakal dilangsungkan pada bulan November. Akan tetapi, hingga mendekati akhir bulan Oktober ini, belum ada tanda-tanda turnamen ini bakal dihelat. "Rencananya 23 November," ujar Bambang Pramukantoro, Ketua Asosiasi PSSI Jatim.

Akan tetapi, menurut Bambang, pihaknya masih harus merapatkan barisan untuk menentukan kepastian tanggal dari turnamen ini. Bukan sekadar tanggal yang masih belum jelas, PSSI Jatim selaku penyelenggara juga belum menentukan siapa saja pesertanya.

Sebab, di Jatim banyak sekali bercokol klub-klub sepakbola. Jumlah klub, baik dari kasta tertinggi maupun dari strata kedua, mencapai angka belasan. "Rencananya sih delapan klub. Tapi masih belum final, Mas," ujar Bambang.